INSPIRATO, SEBUAH PAKET
YANG TAK SEKADAR
SEMINAR
by : Theodorus Budiarjo Lahama

Promosi Inspirato Di Twiter Liputan6.com
Semakin maju era perkembangan dunia industri media saat ini, membuat berita di online sangat diminati khususnya kalangan muda yang sangat mudah mendapatkan informasi melalui internet. Informasi yang ditampilkan di dalam media online, tidak sekadar memuat informasi saja tapi mengandung nilai lainnya. 

Pada tanggal 12 Desember 2017, saya bersama teman-teman dari Politeknik Negeri Jakarta berkesempatan mengikuti "PAKET" acara komplit bagi mahasiswa yaitu Inspirato yang diadakan oleh Liputan6.com. "PAKET" ? Apa artinya ? Maksud pengertian kata diatas adalah acara yang tak hanya sekadar menampilkan narasumber inspirasi dan sesi bertanya pada seminar umumnya, tapi kita akan diajak ke dalam proses kerja Liputan6 (.com & Televisi) lebih dalam serta lebih dekat. 

Dalam rangka hari ibu, Liputan6 menghadirkan tamu inspirasi dari kalangan perempuan hebat yang akan membagikan pengalamannya. Narasumber Inspirato kali ini, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dr. Ir. Penny. K. Lukito, Fotografer perang dari Agence France-Presse (AFP), Adek Berry, dan Pejuang HIV Indonesia, Suksma Rati. 

Media Campus Gathering Session
Sebelum sampai ke acara Inspirato, kita  diberikan bekal pengetahuan tentang cara kerja dan pengalaman yang telah dialami oleh narasumber. Sesi pertama dibuka dengan sesi materi tentang perbedaan karakteristik media online dengan konvensional oleh selaku penyelenggara Inspirato, Camila.

Mengulik Sisi Lain Narasumber (TBL)
Camila mengungkapkan, ada 7 perbedaan mendasar antara online dengan konvensional, yaitu daerah penyebaran yang lebih luas, waktu akses media lebih panjang yaitu 24 jam, pembaruan berita dalam setiap detik, interaktif, berita lama akan selalu tersimpan, praktis dan memiliki konten multimedia.

Tidak sampai disitu, Camila menyampaikan kekuatan media online diperoleh tak hanya dari 7 aspek, tetapi adanya peran masyarakat yang meliput kejadian disekitar melalui telepon genggam pintar (Citizen Journalism). Camilla menambahkan, konten yang biasanya dikirimkan ke Liputan6 terdiri atas : peristiwa, tips, dan tutorial. Dengan begitu peran media online saat ini, membuktikan maju perkembangan teknologi dapat mengubah pola seseorang dalam menerima informasi.

Acara selanjutnya, mengenai tentang cara kerja wartawan dalam meliput terutama pada bidang olahraga terutama sepak bola. Materi kali ini, disampaikan Redaktur Pelaksana Kanal Bola Liputan6.com, Edu Krinadefa. Memulai karier wartawan pada tahun 2000 Majalah Sportif serta menjadi salah satu pendiri Majalah Topskor, membuat pengalaman Edu pada bidang Jurnalistik sangatlah banyak.
Sharing Moments With Edu Krinadefa (TBL)

Edu pun memberikan pengalamannya kepada kami, terutama dalam liputan yang ia lakukan. Pada awalnya, Edu tidak menyangka jika jurnalistik yang sekarang ia tekuni, dapat membawanya pergi ke luar masuk stadion (dalam maupun luar negeri). Edu adalah seorang sarjana hukum, tetapi karena passion yang ia punya di bidang musik dan olahraga, membuat dirinya "iseng-iseng" melamar ke media tentang olahraga serta musik.

Edu juga memberikan tips yang bermanfaat ketika kita meliput di lapangan, apalagi ketika harus berhadapan dengan bintang lapangan seperti Evan Dimas, atau Fernando Torres, jangan anggap diri kita rendah dengan narasumber! Edu menambahkan perlu trik khusus ketika harus berhadapan dengan bintang lapangan bola sekelas Fernando Torres. Untuk peliputan di Final Piala Eropa 2012, Edu harus meliput salah satu bintang Timnas Spanyol, Fernando Torres yang terkenal sombong untuk diwawancarai oleh wartawan.
Foto Dengan Narsumber Adalah Wajib! (TBL)
"Waktu saya mewawancarai Torres, Saya hanya bilang, kami dari Indonesia dan masyarakat disana berpenduduk 250 juta, 90% mengenal Anda, dan dia langsung menghampiri."
Selain menjadi wartawan , Edu juga pernah menjadi komentator sepak bola di beberapa stasiun tv. Dirinya mengakui, menjadi komentator tak mudah seperti yang ia bayangkan. Karena itu, Edu pun tak sembarangan menyiapkan materi untuk siaran.
"Banyak persiapan yang harus dilakukan, sebelum siaran karena berkaitan dengan nama baik Televisi tersebut." 
Terakhir, Edu berpesan agar melakukan semua pekerjaan dengan passion, sehingga kita dapat menemukan bentuk kesuksesan masing-masing.
"Walaupun bidang (kerja) kita berbeda dengan jurusan di kuliah, tapi kalau kita punya passion, maka kita akan menemukannya."
Inspirato Session 
Acara yang dinantikan, akhirnya tiba juga. Inspirato kali ini, dimulai dengan narasumber yaitu
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dr. Ir. Penny. K. Lukito. Beliau secara gamblang menjelaskan pengalaman yang dimiliki selama berkiprah dalam lingkungan pengawasan terutama di BPOM. Penny mengungkapkan, mengemban amanah dari Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo untuk memimpin BPOM dengan melakukan perubahan, perkuat sistem makanan & obat yang akan diimpor maupun diekspor.
" Presiden memberikan penugasan yang simple, sehingga saya harus menerjemahkan tugas itu selama satu setengah tahun saya memimpin. Pimpin Badan POM, Lakukan Perubahan!"
Kontibusi Ke Masyarakat Itu Penting! (TBL)
Penny mengakui, tugas BPOM saat ini cukup berat. Selain mengawasi sistem obat & makanan, BPOM juga bertugas untuk mempercepat akses masuk makanan serta obat-obatan sehingga kompetisi antar perusahaan dapat tercipta dengan baik. Selain BPOM, Penny meminta agar masyarakat dapat berkontribusi dalam pengawasan obat dan makanan.

Pesan terakhir Penny kepada peserta Inspirato, agar bisa berkontribusi guna kemajuan bangsa ini dan jangan hanya menyerahkannya ke pemerintah tapi serahkan kembali ke diri kita masing-masing.

"Bangsa kita adalah bangsa yang gemar membangun, tidak bisa kita serahkan ke pemerintah saja. Kita sendiri harus ikut kontribusi, mimpi besar untuk diri kita dan mimpi besar untuk bangsa ini, maka Tuhan akan menuntun."

Karya Adek Berry Pada Inspirato (TBL)
Pada sesi selanjutnya, dilanjutkan oleh narasumber yang saat bekerja di Agence France-Presse (AFP)  yaitu fotografer perang, Adek Berry. Adek pun membagikan pengalamannya dalam memotret perang. Sebagai jurnalis di lapangan, seringkali adek menemui hambatan seperti transportasi menuju tempat peliputan, faktor alam yang dapat berubah sewaktu-waktu, dan faktor psikologi juga berpengaruh dalam bekerja. Perempuan menjadi fotografer, kenapa tidak? Apalagi untuk daerah peperangan, itu tidaklah mudah! Oleh karena itu, pesan terakhir dari Adek, selalu mengikuti kata hati dan mengenali diri kita.
Adek menambahkan agar dalam setiap profesi kita agar selalu berkualitas dan memberikan manfaat kepada masyarakat selagi masih muda dalam meraih mimpi.
"Kalau kita suka, mau berkeringat, mau panas, berdiri enam jam sesuatu akan lebih mudah karena kita suka."
Berjuang Mensosialisasikan Tentang HIV (TBL)
 Pada sesi akhir Inspirato, narasumber berikutnya juga menginspirasi. Ia adalah Suksma Ratri, pejuang HIV Indonesia. Dirinya mengaku, divonis oleh dokter akan hidup hanya beberapa bulan lagi. Tetapi itu bukanlah akhir dari segalanya, Suksma mengaku ingin mensosialisasikan tentang HIV serta perbedaanya dengan AIDS. Dengan gerakan yang ia buat, Suksma berharap agar masyarakat tidak menjauhkan diri dengan orang yang terkena HIV dan bisa bersahabat dengan mereka.
"Jauhi Virusnya, Bukan                                  Orangnya!"
Tour Office

Jujur, ini hal yang saya tunggu! Ya, tour office!
Alasannya adalah saya sangat ingin mengetahui cara kerja Liputan6 (SCTV dan .com). Banyak hal yang saya belum tahu tentang Liputan6 dijelaskan pada sesi ini. Bagi yang belum pernah ke kantor Liputan6.com, berikut foto dan video singkat selama saya tour office di Liputan6 (SCTV dan .com) yang seru dan menyenangkan! Selamat Menikmati! 😍😍😍

Foto Bersama Rekan PNJ (Taken by Dede Rizky Permana)

Suasana Studio Liputan6 SCTV (TBL)
Foto Bersama Om Joy Astro (TBL)

Cek Kamera Dulu Ah! (TBL)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahas Kuliah Umum Berita Televisi 2017 Politeknik Negeri Jakarta, KTV & Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)

FRESH! Journalism Workshop "LITERAKSI" 2018!